Senin, 13 Februari 2012

Valentine Is Coming??





Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sudut info ini diambil dari novel Aisyah Putri : My Pinky Moments, karya Mb’ Asmah Nadia.

Sebentar lagi valentine.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana-mana penuh dengan hiasan warna pink. Mal-mal memamerkan baju serba pink, cokelat berbentuk hati dengan pita pink. Dekornya juga digarap senada dengan hari spesial yang disebut-sebut “Hari Kasih Sayang” itu.

Menjelang valentine, semua berusaha keras demi   sesuatu yang bukan ajaran Islam. Padahal banyak peraturan Islam yang justru nggak diikuti, apalagii dibela2in seperti itu..
Aisyah nggak punya lasan menyukai momen kasih sayang itu. Pertama, ini memang budaya luar, bukan budaya Islam, bukan juga tradisi negeri sendiri.

Dipikr-pikir, sebetulnya sudah banyak kok yang tahu valentine itu produk luar. Tapi, apa kita mau bener-bener menolak dan nggak terpengaruh momen yang digembor-gemborkan dunia itu?

Sudut info Aisyah Putri:

Valentine? Aduuuh,, akal-akalan jualannya pengusaha friends!




1.  The Greeting Card Association ( Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar asatu miliyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini terbesar kedua setelah natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan..

2. Pada hari yang sama, miliyaran bungkus cokelat dan buket mawar juga terjual laris..

3. "….Termasuk hotel-hotel berbintang yang tidak ingin melewatkan berbagai paket spesial, mulai dari harga kamar hingga fasilitas kirim-mengirim bunga, permen coklat hingga aneka kue tar yang cantik… Sedangkan harga paket kamar yang ditawarkan menyambut valentine antara lain…"(sumber sinar harapan)

4. Mulai tahun  1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.


Be My Valentine?


Ups, pertanyaan itu memang menggoda.Asal tahu aja, Ken Sweiger dalam artikel ”Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari latin yang berarti: ”Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”.Kata ini di tunjukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan orang Romawi. Maka, disadari atau tidak, -tulis ken sweigar- jika kita meminta orang menjadi “to be my valentine”, hal itu berarti memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”..



Dalam Islam hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah.
Masih terkait dengan valentine sebagai hari kasih sayang, pasti sering melihat lambang cupid di pernak-pernik valentine.


Nah, Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod "the hunter" Dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita, bahkan ia sendiripun melakukan tindakan tidak senonoh dengan ibunya sendiri! Naudzubillahimindzaliik! (sumber: Eramuslim)



Yakin deh. Valentine bukan tradisi Islam, bukan juga tradisi dalam negeri yang harus dijaga. Nggak percaya? Lihat sejarahya , yuk ?

1. Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dulu. Menurut tarikh kalender Athena Kuno, periode antara pertengahan januari dan pertengahan Februari adalah bulan yang di persembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

2. Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan dewa kesuburan,yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus menyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan  kemudian  setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan Kota Roma sembari membawa potongan –potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai, terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela, karena percaya bahwa dengan itu meeka akan dikarunia kesuburan  dan bisa melahirkan dengan mudah.
Astaghfirullahaladziim…

3. Hari Raya Gereja
Menurut Ensiklopedi Katolik (catholic encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
- seorang pastur di roma
- seorang uskup interamna (modern Terni)
- seorang martir di provinsi Romawi Africa

Kaitan antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini, namun  hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Santo Valentinus adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang di rayakan pada tanggal 15 Februari.

4. Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana di percayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama, Geoffery Chauce.

5. Pada abad pertengahan juga mulai beredar legenda-legenda tentang Santo Valentines, antara lain:

§  Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”
§  Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.


Galz,
sekarang kamu udah jadi generasi yang tahu, lho. Paham sejarah dan seluk beluk valentine.
Harapan Aisyah sih mudah-mudahan kita sama-sama mau berjalan dengan apa yang kamu tahu.







Let’s say… umm, no more valentine?!

Salam,


Aisyah Putri





Sumber : Asmah Nadia "My Pinky's Moment"
By : Rahmaniar Agustin
  

0 komentar:

Posting Komentar

 
Cafe de Rahma15 Blogger Template by Ipietoon Blogger Template