Alhamdulillahilladzi
hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho.
Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Sudut info ini diambil dari novel Aisyah Putri : My
Pinky Moments, karya Mb’ Asmah Nadia.
Sebentar
lagi valentine.
Seperti
tahun-tahun sebelumnya, dimana-mana penuh dengan hiasan warna pink. Mal-mal
memamerkan baju serba pink, cokelat berbentuk hati dengan pita pink. Dekornya
juga digarap senada dengan hari spesial yang disebut-sebut “Hari Kasih
Sayang” itu.
Menjelang
valentine, semua berusaha keras demi sesuatu yang bukan ajaran
Islam. Padahal banyak peraturan Islam yang justru nggak diikuti, apalagii
dibela2in seperti itu..
Aisyah
nggak punya lasan menyukai momen kasih sayang itu. Pertama, ini memang budaya
luar, bukan budaya Islam, bukan juga tradisi negeri sendiri.
Dipikr-pikir,
sebetulnya sudah banyak kok yang tahu valentine itu produk luar. Tapi, apa kita
mau bener-bener menolak dan nggak terpengaruh momen yang digembor-gemborkan
dunia itu?
Sudut info Aisyah Putri:
Valentine? Aduuuh,,
akal-akalan jualannya pengusaha friends!
1. The
Greeting Card Association ( Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan
bahwa di seluruh dunia sekitar asatu miliyar kartu valentine dikirimkan per
tahun. Hal ini membuat hari raya ini terbesar kedua setelah natal di mana
kartu-kartu ucapan dikirimkan..
2.
Pada hari yang sama, miliyaran bungkus cokelat dan buket mawar juga terjual
laris..
3.
"….Termasuk hotel-hotel berbintang yang tidak ingin melewatkan berbagai
paket spesial, mulai dari harga kamar hingga fasilitas kirim-mengirim bunga,
permen coklat hingga aneka kue tar yang cantik… Sedangkan harga paket kamar
yang ditawarkan menyambut valentine antara lain…"(sumber sinar harapan)
4.
Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine
sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
“Be My Valentine?”
Ups, pertanyaan itu memang menggoda.Asal tahu
aja, Ken Sweiger dalam artikel ”Should Biblical Christians Observe It?”
(www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari latin
yang berarti: ”Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”.Kata ini
di tunjukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan orang Romawi. Maka, disadari atau
tidak, -tulis ken sweigar- jika kita meminta orang menjadi “to be my valentine”,
hal itu berarti memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”..
Dalam Islam
hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah.
Masih
terkait dengan valentine sebagai hari kasih sayang, pasti sering melihat
lambang cupid di pernak-pernik valentine.
Nah,
Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah
putra Nimrod "the hunter" Dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta,
karena ia rupawan sehingga diburu wanita, bahkan ia sendiripun melakukan
tindakan tidak senonoh dengan ibunya sendiri! Naudzubillahimindzaliik! (sumber:
Eramuslim)
Yakin
deh. Valentine bukan tradisi Islam, bukan juga tradisi dalam negeri yang harus
dijaga. Nggak percaya? Lihat sejarahya , yuk ?
1.
Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak
dulu. Menurut tarikh kalender Athena Kuno, periode antara pertengahan januari
dan pertengahan Februari adalah bulan yang di persembahkan kepada pernikahan
suci Dewa Zeus dan Hera.
2.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan dewa
kesuburan,yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.
Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus menyembahkan korban
kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka
akan lari-lari di jejalanan Kota Roma sembari membawa potongan –potongan kulit
domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai, terutama wanita-wanita muda
akan maju secara sukarela, karena percaya bahwa dengan itu meeka akan dikarunia
kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Astaghfirullahaladziim…
3.
Hari Raya Gereja
Menurut
Ensiklopedi Katolik (catholic encyclopaedia 1908), nama Valentinus
paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
-
seorang pastur di roma
-
seorang uskup interamna (modern Terni)
-
seorang martir di provinsi Romawi Africa
Kaitan
antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan
Paus Gelasius II, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang
diketahui mengenai martir-martir ini, namun hari 14 Februari ditetapkan
sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Santo Valentinus adalah seorang
calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan
memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Ada yang
mengatakan bahwa Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli
hari raya Lupercalia yang di rayakan pada tanggal 15 Februari.
4.
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis
adalah abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana di percayai bahwa 14
Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan
ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama, Geoffery
Chauce.
5.
Pada abad pertengahan juga mulai beredar legenda-legenda tentang Santo
Valentines, antara lain:
§
Sore hari sebelum Santo Valentinus
akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta
kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari
Valentinusmu”
§
Ketika serdadu Romawi dilarang
menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu
menikahkan mereka.
Galz,
sekarang
kamu udah jadi generasi yang tahu, lho. Paham sejarah dan seluk beluk
valentine.
Harapan Aisyah sih mudah-mudahan kita sama-sama mau
berjalan dengan apa yang kamu tahu.
Let’s say… umm, no more valentine?!
Salam,
Aisyah
Putri
Sumber : Asmah Nadia "My Pinky's
Moment"
By : Rahmaniar Agustin








0 komentar:
Posting Komentar