Selasa, 09 Juni 2015

5.000 FOTO #RANGKULPERBEDAAN

Lokasi : Bundaran HI, Jakarta. Foto diambil pada Minggu (7/6) kemarin

Ikutan partisipasi, yuk! CINTA Indonesia sedang ada project pengumpulan 5.000 foto #RangkulPerbedaan, nih. Project ini merupakan salah satu hasil dari kegiatan United For Peace 2015 lalu sebagai bentuk pernyataan generasi Indonesia siap mengatasi ekstremisme lewat cara-cara damai dan anti-kekerasan.
Di kota masing-masing, 40 peserta yang berpartisipasi pada kegiatan United For Peace 2015, juga mencari relawan-relawan yang mau ikut berpartisipasi di #RangkulPerbedaan ini, kok. Bahkan untuk cepat mencapai target, sejak dua minggu terakhir, panitia yang stay di Jakarta, bersama-sama mencari 'mangsa' di hari car free day. Hehehe. Foto saya pun diambil di kesempatan yang sama saat kami berburu~ *uwew!*

mau tahu lebih lanjut tentang #RangkulPerbedaan, mari simak FAQ berikut ini ;) 

1. 5,000 foto #RangkulPerbedaan? Apa itu? 
Pengumpulan 5,000 foto #RangkulPerbedaan adalah sebuah kampanye media sosial yang diinisiasikan oleh peserta program YSEALI United for Peace 2015. 
2. Apa tujuan pengumpulan foto #RangkulPerbedaan?
Melalui pengumpulan foto tersebut, kampanye ini mencoba untuk menciptakan kesadaran akan keberagaman yang ada di Indonesia; menyebarkan pesan persatuan atau Bhinneka Tunggal Ika; dan menyatakan sikap anti-ekstremisme dan anti-kekerasan terhadap kelompok-kelompok tertentu.
3. Siapa yang bisa mengikuti kampanye ini?
Kampanye ini terbuka untuk semua kalangan, tidak membatasi umur atau latar belakang apapun.
4. Bagaimana cara mengikuti kampanye ini?
Untuk mengikuti kampanye ini, anda bisa mengikuti langkah di bawah ini:
  1. Ambil foto diri atau foto orang lain yang sedang memegang kertas bertuliskan #RangkulPerbedaan
  2. Upload foto ke sosial media Twitter atau Instagram dengan menuliskan caption #RangkulPerbedaan, dan mention akun Twitter @CINTAid_ atau Instagram @cintaindonesiaofficial.
5. Berapa lama periode pengumpulan foto ini berlangsung?
Pengumpulan foto berlangsung hingga pukul 23:59, tanggal 5 Agustus 2015.
6. Mengapa #RangkulPerbedaan?
Kampanye #RangkulPerbedaan dipilih karena mulai mengikisnya nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam masyarakat, ditandai dengan berkembangnya kasus-kasus intoleransi dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pemecah persatuan Indonesia. Dengan kampanye #RangkulPerbedaan, diharapkan semangat keberagaman terus menyebar sehingga masyarakat Indonesia bukan hanya sekedar mengakui adanya perbedaan, tapi juga mengetahui cara hidup dalam perbedaan.
7. Apakah satu foto hanya bisa berisi satu orang?
Tidak. Dalam satu foto dapat berisi lebih dari satu orang.
8. Social media apa yang bisa digunakan untuk mengupload foto?
Twitter atau Instagram.
9. Jika teman saya bukan orang Indonesia ingin mengikuti campaign ini, apakah dia bisa menerjemahkan rangkul perbedaan ke bahasanya sendiri?
Tulisan #RangkulPerbedaan di kertas dapat diterjemahkan ke bahasa lain, misalnya: #EmbraceDiversity. Namun penulisan caption di Twitter atau Instagram harus tetap menggunakan #RangkulPerbedaan.
10. Bagaimana cara mengumpulkan 5,000 foto lewat social media?
Tim kami akan melacak foto-foto tersebut melalui hashtag #RangkulPerbedaan yang ditulis di caption foto, kemudian akan mencetak foto-foto tersebut di Jakarta.
11. Setelah terkumpul, apa yang akan dilakukan?
Setelah 5,000 foto terkumpul, foto-foto tersebut akan dibentuk menjadi sebuah “Mosaik Perdamaian” yang akan didaftarkan di MURI sebagai kumpulan foto perdamaian terbanyak versi MURI.
12. Apakah kampanye ini memberikan hadiah?
Kampanye ini tidak memberikan hadiah, juga tidak memungut biaya dan keuntungan dalam bentuk apapun.
13. Apa manfaat yang saya dapatkan dengan mengikuti kampanye ini?
Dengan mengikuti kampanye ini, secara tidak langsung kamu sudah membantu untuk mempromosikan masyarakat yang lebih toleran dan terbuka terhadap perbedaan. Hal ini memberi manfaat secara luas untuk masyarakat, termasuk untuk kamu!

Rabu, 27 Mei 2015

UNITED FOR PEACE (DAY 1)

(sedang dalam perbaikan)

UNITED FOR PEACE 2015

Cerita kali ini (masih) mengenai kegiatan saya sebagai volunteer yang acaranya WAW banget bagi saya. Jadi, sayang kalau ga dibagikan!

Kegiatan kepemudaan kali ini dilaksanakan di pusat ibukota negara, Jakarta, pada Rabu (6/5) hingga Sabtu (9/5) kemarin. Sebanyak 40 pemuda terpilih, tergabung dari seluruh Indonesia dalam kegiatan Young Southest Asian Leaders Initiative (YSEALI) United For Peace 2015.

Indonesia adalah negara yang sangat majemuk dengan berbagai macam budaya dan agama. Di anatar sekitar 250 juta jiwa, sekitar 300 kelompok etnis yang berbeda, hidup berdampingan dan lebih dari 700 bahasa serta dialek yang berbeda diucapkan. Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia dan memiliki tradisi panjang tentang perdamaian dan kebebasan beragama yang diabadikan dalam motto negara "Bhinneka Tunggal Ika". Namun, kemajemukan ini seringkali disalahpahami, sehingga berujung pada prasangka dan kekerasan. Terlebih lagi kekerasan yang terjadi antar agama yang ada di Indonesia.

Pemuda Indonesia adalah salah satu pemangku kepentingan yang sangat berpengaruh untuk pembangunan bangsa. Melalui pemuda, perubahan ke arah yang lebih baik diharapkan bisa terjadi di Indonesia. Kegiatan United For Peace ini dilaksanakan sebagai respon terhadap kasus-kasus intoleransi antar agama dan etnis, serta konflik yang diwarnai kekerasan, juga berkembangnya kelompok-kelompok ekstremisme di Indonesia. 
Dengan misi "Merangkul Perbedaan, mempromosikan Toleransi", CINTAIndonesia sebagai pihak penyelenggara merupakan salah satu komunitas pemuda yang menyebarkan toleransi dan pengertian antar keberagamaan melalui dialog. CINTA adalah singkatan dari Community for Interfaith and Intercultural Dialogue, sebuah komunitas kepemudaan yang bertujuan untuk mempromosikan dialog sebagai cara membangun toleransi antar iman dan antar budaya. Ini merupakan sebuah gerakan yang diprakarsai oleh pemuda Indonesia yang memiliki cita-cita untuk melihat Indonesia yang damai dan bebas dari konflik. CINTA hadir untuk menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi di antara anak muda Indonesia lainnya, sehingga setiap orang dapat belajar bagaimana hidup dalam harmoni meskipun berbeda-beda. CINTA menginginkan seluruh orang Indonesia agar dapat mempertahankan keunikannya yang merupakan keindahan dalam keberagaman.

Dalam mewujudkan misinya, CINTA Indonesia mengadakan beberapa program diantaranya adalah roadshow, workshop dan festival. (sumber: cintaindonesia.org)
  1. ROADSHOW : Kegiatan unik dari CINTA Indonesia ini bertujuan untuk menyebarkan semangat kerukunan antar budaya dan agama di komunitas-komunitas akar rumput yang ada di seluruh Indonesia. Roadshow CINTA Indonesia adalah program andalan yang berlangsung selama 2 hari; terdiri dari dialog dengan pemimpin agama/komunitas dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke tempat-tempat ibadah atau cagar budaya. Program ini bisa diselenggarakan secara mandiri oleh komunitas lokal, dengan persetujuan dan bimbingan dari CINTA Indonesia agar memenuhi standar prosedur yang ditetapkan. 
  2. WORKSHOP : Dalam kegiatan workshop, CINTA Indonesia mengundang pemuda-pemuda terpilih dari seluruh Indonesia untuk mengikuti workshop yang bertujuan untuk melengkapi peserta dengan kemampuan untuk mendukung usaha perdamaian dan resolusi konflik di komunitas masing-masing. Workshop ini berskala nasional dan ditujukan untuk pemuda yang aktif dalam bidang bina damai berumur 18-25 tahun. 
  3. FESTIVAL : CINTA Indonesia mengadakan festival untuk para pemuda yang cinta damai. Festival ini mempertunjukkan berbagai macam seni dan budaya, demi menonjolkan keragaman yang dimiliki oleh Indonesia. Festival CINTA Indonesia terbuka untuk semua yang ingin merayakan perbedaan lewat musik, tarian, pertunjukan budaya, dan lain sebagainya!
Sebelumnya, saya cerita sedikit bagaimana saya bisa bergabung sebagai volunteer pada kegiatan kali ini. Alhamdulillah banget karena kakak saya, Riska sudah terpilih sebagai salah satu dari peserta yang akan ikut kegiatan United For Peace. Dia merupakan satu dari lima peserta pemenang #30DayPeaceChallenge. Kalo mau liat karya-karyanya yang mengantarkan dia menjadi salah satu yang terpilih, klik disini. Dari beberapa postingannya, udah yakin banget kalo dia bakal terpilih. Proud of you, sist! ALWAYS!

Nih lihat cuplikan video waktu pemberitahuan adanya #30DayPeaceChallenge sejak 1 hingga 30 April lalu.

Yah, emang sih pemberitahuannya di youtube ini udah lama, tapi saya termasuk lambat mendapat informasi, jadinya ga tahu jauh hari. :(

Tadinya saya mau ikut partisipasi sebagai peserta, namun terlambat mengirimkan essay. Lalu saat ada kesempatan bagi peserta yang belum terpilih, diberikan tantangan #30DayPeaceChallenge di atas. Sedih banget karena ga bisa ikut juga partisipasi, karena saat itu saya tengah berada di luar kota dan tidak memiliki properti apapun untuk bersaing dengan ratusan pengguna sosmed yang mencoba peruntungannya di tantangan selama 30 hari penuh. Gimana ga tertarik? Semua biaya dari berangkat hingga pulang ke kota masing-masing ditanggung oleh pihak penyelenggara! Belum lagi fasilitas dan ilmu yang akan didapat selama mengikuti acara tersebut. SERIUS! Ga bisa diganti dengan apapun.

Beberapa hari sebelum hari H, saya iseng bilang ke Kak Agus, apakah saya bisa berpartisipasi pada acara itu. Kesempatan emas dan berharga ini datang saat saya ditawari sebagai volunteer oleh Kak Agus dari GPYCPalembang dan juga aktif di CINTAIndonesia. (Mungkin Kak Agus sudah melihat kinerja saya saat di U-Gen Summit 2014 lalu) #PEDEABIS! :3 atau sebenarnya Kak Agus iba melihat mata kucing saya? *winkwink*

Awalnya saya kira Kak Agus hanya bercanda dan bermaksud menghibur saya, namun selang beberapa hari, saya tanya sekali lagi untuk memastikan, dan ternyata dia serius. YEAY! FINALLY! Meskipun sebagai volunteer, yang artinya saya harus membiayai sendiri tiket pesawat dari Palembang menuju Jakarta dan sebaliknya, tak apalah, saya masih punya cukup tabungan (sambil elus dompet yang sekarat karena saya sebenarnya baru pulang dari Jakarta seminggu yang lalu). Saya sudah membayangkan betapa menyenangkannya bisa menjadi bagian dari acara akbar tersebut. Terlebih, saya bisa menjalani kegiatan bersama kakak saya lagi, walaupun kali ini dia sebagai peserta dan saya sebagai volunteer. Jujur, saya adalah orang yang sangat bangga akan prestasi-prestasi dan kegiatan kepemudaan kakak saya ini. Dialah yang menjadi inspirasi saya untuk mengetahui dan berkecimpung lebih dalam di kegiatan kepemudaan.

Oke, cukup basa-basinya. Kembali ke topik acara.
Nah, karena kegiatan ini berlangsung selama empat hari, supaya tidak terlihat panjang, saya akan posting  masing-masing hari seperti halnya U-Gen Summit 2014. Hhehe~
Stay tune!
 
Cafe de Rahma15 Blogger Template by Ipietoon Blogger Template