Kegiatan kepemudaan kali ini dilaksanakan di pusat ibukota negara, Jakarta, pada Rabu (6/5) hingga Sabtu (9/5) kemarin. Sebanyak 40 pemuda terpilih, tergabung dari seluruh Indonesia dalam kegiatan Young Southest Asian Leaders Initiative (YSEALI) United For Peace 2015.
Indonesia adalah negara yang sangat majemuk dengan berbagai macam budaya dan agama. Di anatar sekitar 250 juta jiwa, sekitar 300 kelompok etnis yang berbeda, hidup berdampingan dan lebih dari 700 bahasa serta dialek yang berbeda diucapkan. Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia dan memiliki tradisi panjang tentang perdamaian dan kebebasan beragama yang diabadikan dalam motto negara "Bhinneka Tunggal Ika". Namun, kemajemukan ini seringkali disalahpahami, sehingga berujung pada prasangka dan kekerasan. Terlebih lagi kekerasan yang terjadi antar agama yang ada di Indonesia.
Pemuda Indonesia adalah salah satu pemangku kepentingan yang sangat berpengaruh untuk pembangunan bangsa. Melalui pemuda, perubahan ke arah yang lebih baik diharapkan bisa terjadi di Indonesia. Kegiatan United For Peace ini dilaksanakan sebagai respon terhadap kasus-kasus intoleransi antar agama dan etnis, serta konflik yang diwarnai kekerasan, juga berkembangnya kelompok-kelompok ekstremisme di Indonesia.
Pemuda Indonesia adalah salah satu pemangku kepentingan yang sangat berpengaruh untuk pembangunan bangsa. Melalui pemuda, perubahan ke arah yang lebih baik diharapkan bisa terjadi di Indonesia. Kegiatan United For Peace ini dilaksanakan sebagai respon terhadap kasus-kasus intoleransi antar agama dan etnis, serta konflik yang diwarnai kekerasan, juga berkembangnya kelompok-kelompok ekstremisme di Indonesia.
Dengan misi "Merangkul Perbedaan, mempromosikan Toleransi", CINTAIndonesia sebagai pihak penyelenggara merupakan salah satu komunitas pemuda yang menyebarkan toleransi dan pengertian antar keberagamaan melalui dialog. CINTA adalah singkatan dari Community for Interfaith and Intercultural Dialogue, sebuah komunitas kepemudaan yang bertujuan untuk mempromosikan dialog sebagai cara membangun toleransi antar iman dan antar budaya. Ini merupakan sebuah gerakan yang diprakarsai oleh pemuda Indonesia yang memiliki cita-cita untuk melihat Indonesia yang damai dan bebas dari konflik. CINTA hadir untuk menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi di antara anak muda Indonesia lainnya, sehingga setiap orang dapat belajar bagaimana hidup dalam harmoni meskipun berbeda-beda. CINTA menginginkan seluruh orang Indonesia agar dapat mempertahankan keunikannya yang merupakan keindahan dalam keberagaman.
Dalam mewujudkan misinya, CINTA Indonesia mengadakan beberapa program diantaranya adalah roadshow, workshop dan festival. (sumber: cintaindonesia.org)
- ROADSHOW : Kegiatan unik dari CINTA Indonesia ini bertujuan untuk menyebarkan semangat kerukunan antar budaya dan agama di komunitas-komunitas akar rumput yang ada di seluruh Indonesia. Roadshow CINTA Indonesia adalah program andalan yang berlangsung selama 2 hari; terdiri dari dialog dengan pemimpin agama/komunitas dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke tempat-tempat ibadah atau cagar budaya. Program ini bisa diselenggarakan secara mandiri oleh komunitas lokal, dengan persetujuan dan bimbingan dari CINTA Indonesia agar memenuhi standar prosedur yang ditetapkan.
- WORKSHOP : Dalam kegiatan workshop, CINTA Indonesia mengundang pemuda-pemuda terpilih dari seluruh Indonesia untuk mengikuti workshop yang bertujuan untuk melengkapi peserta dengan kemampuan untuk mendukung usaha perdamaian dan resolusi konflik di komunitas masing-masing. Workshop ini berskala nasional dan ditujukan untuk pemuda yang aktif dalam bidang bina damai berumur 18-25 tahun.
- FESTIVAL : CINTA Indonesia mengadakan festival untuk para pemuda yang cinta damai. Festival ini mempertunjukkan berbagai macam seni dan budaya, demi menonjolkan keragaman yang dimiliki oleh Indonesia. Festival CINTA Indonesia terbuka untuk semua yang ingin merayakan perbedaan lewat musik, tarian, pertunjukan budaya, dan lain sebagainya!
Sebelumnya, saya cerita sedikit
bagaimana saya bisa bergabung sebagai volunteer pada kegiatan kali ini. Alhamdulillah banget karena
kakak saya, Riska sudah terpilih sebagai salah satu dari peserta yang akan
ikut kegiatan United For Peace. Dia merupakan satu dari lima peserta pemenang
#30DayPeaceChallenge. Kalo mau liat karya-karyanya yang mengantarkan dia menjadi salah satu yang terpilih, klik disini. Dari beberapa postingannya, udah yakin banget kalo dia bakal terpilih. Proud of you, sist! ALWAYS!
Nih lihat cuplikan video waktu pemberitahuan adanya #30DayPeaceChallenge sejak 1 hingga 30 April lalu.
Yah, emang sih pemberitahuannya di youtube ini udah lama, tapi saya termasuk lambat mendapat informasi, jadinya ga tahu jauh hari. :(
Tadinya saya mau ikut partisipasi
sebagai peserta, namun terlambat mengirimkan essay. Lalu saat ada kesempatan
bagi peserta yang belum terpilih, diberikan tantangan #30DayPeaceChallenge di atas.
Sedih banget karena ga bisa ikut juga partisipasi, karena saat itu saya tengah
berada di luar kota dan tidak memiliki properti apapun untuk bersaing dengan ratusan
pengguna sosmed yang mencoba peruntungannya di tantangan selama 30 hari penuh. Gimana
ga tertarik? Semua biaya dari berangkat hingga pulang ke kota masing-masing
ditanggung oleh pihak penyelenggara! Belum lagi fasilitas dan ilmu yang akan
didapat selama mengikuti acara tersebut. SERIUS! Ga bisa diganti dengan apapun.
Beberapa hari sebelum hari H,
saya iseng bilang ke Kak Agus, apakah saya bisa berpartisipasi pada acara itu. Kesempatan
emas dan berharga ini datang saat saya ditawari sebagai volunteer oleh Kak Agus
dari GPYCPalembang dan juga aktif di CINTAIndonesia. (Mungkin Kak Agus sudah melihat kinerja saya saat
di U-Gen Summit 2014 lalu) #PEDEABIS! :3 atau sebenarnya Kak Agus iba melihat
mata kucing saya? *winkwink*
Awalnya saya kira Kak Agus hanya
bercanda dan bermaksud menghibur saya, namun selang beberapa hari, saya tanya
sekali lagi untuk memastikan, dan ternyata dia serius. YEAY! FINALLY! Meskipun sebagai
volunteer, yang artinya saya harus membiayai sendiri tiket pesawat dari
Palembang menuju Jakarta dan sebaliknya, tak apalah, saya masih punya cukup tabungan
(sambil elus dompet yang sekarat karena saya sebenarnya baru pulang dari
Jakarta seminggu yang lalu). Saya sudah membayangkan betapa menyenangkannya bisa
menjadi bagian dari acara akbar tersebut. Terlebih, saya bisa menjalani
kegiatan bersama kakak saya lagi, walaupun kali ini dia sebagai peserta dan
saya sebagai volunteer. Jujur, saya adalah orang yang sangat bangga akan
prestasi-prestasi dan kegiatan kepemudaan kakak saya ini. Dialah yang menjadi
inspirasi saya untuk mengetahui dan berkecimpung lebih dalam di kegiatan
kepemudaan.
Oke, cukup basa-basinya. Kembali ke topik acara.
Nah, karena kegiatan ini berlangsung selama empat hari, supaya tidak terlihat panjang, saya akan posting masing-masing hari seperti halnya U-Gen Summit 2014. Hhehe~
Stay tune!
Nah, karena kegiatan ini berlangsung selama empat hari, supaya tidak terlihat panjang, saya akan posting masing-masing hari seperti halnya U-Gen Summit 2014. Hhehe~
Stay tune!



0 komentar:
Posting Komentar