Senin, 29 Desember 2014

U-Gen Summit 2014

Hola, halaman blog yang lama terabaikan? Hhihi.

Kesempatan (mengisi blog) yang luar binasa ini mau saya manfaatin buat berbagi mengenai kegiatan yang saya ikutin minggu lalu. Nama kegiatannya adalah United Generation Summit 2014 - Festival Pemuda Indonesia, yang disingkat U-Gen Summit 2014 – Fest Musi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (12/12) hingga Minggu (14/12) lalu, tepatnya di Kota Pempek tercinta, Kota Palembang. U-Gen Summit 2014 ini diikuti oleh 35 pemuda pemudi pilihan di Indonesia. U-Gen Summit 2014 diselenggarakan oleh Global Peace Youth Corps Palembang (GPYC Palembang) dan didukung oleh Global Peace Foundation Indonesia (GPF Indonesia).

Global Peace Youth Corps Palembang merupakan salah satu chapter GPF yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Global Peace Foundation adalah movement yang mencetuskan pergerakan dunia. GPF Indonesia berkomitmen pada pembangunan perdamaian, bekerja dalam kemitraan (partnership) berdasarkan prinsip-prinsip, nilai dan aspirasi bersama untuk merealisasikan visi Satu Keluarga yang Berketuhanan YME.
GPF Indonesia merayakan dan mempromosikan visi ini melalui pembangunan kemitraan-kemitraan antar kepercayaan, penguatan hubungan keluarga dan suatu budaya melayani dan perdamaian. Satu Keluarga yang berketuhanan YME adalah sebuah visi yang sederhana tetapi dalam, mengakui bahwa semua orang menggunakan identitas yang perlu sekali kebersamaan. Dimana terdapat banyak perbedaan mulai dari ras, kebudayaan, etnik, suku atau agama, kita memakai sifat-sifat pribadi yang sama penting dan menegaskan hakikat dasar kemanusiaan. Semua orang adalah manusia yang beragama yang mempunyai asal yang sama, yaitu Tuhan Pencipta. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa kita adalah Satu Keluarga yang berketuhanan YME. 
GPF Indonesia adalah usaha kolaborasi untuk mengimplementasikan visi ini melalui tiga pilar utama yaitu kerjasama antar agama, keluarga, dan pelayanan. GPF Indonesia menganjurkan suatu pandangan baru dari kerjasama lintas iman untuk mencapai tujuan bersama. GPF Indonesiaberkerjasama dengan para pemuka agama untuk bergerak bukan hanya toleransi beragama, namun bekerjasama berdasarkan prinsip-prinsip universal yang sesuai bagi semua agama. 
GPF Indonesia mengakui bahwa semua orang diberkati atau di ridhoi oleh Tuhan yaitu Pencipta alam semesta dengan nilai yang sama dan merupakan bagian dari suatu warisan keagamaan yang sama. Ini adalah suatu sumber asli dari hak-hak azasi manusia dan kehormatan.Karena semua orang mempunyai nilai intrinsik. Kita, GPF Indonesia bercita-cita mewujudkan suatu komunitas global yang setara dan saling menghormati. Visi Seluruh manusia adalah One Family under God (Satu Keluarga yang berketuhanan YME) tanpa memandang ras, kebangsaan, agama, dan budaya. Misi GPF Indonesia memiliki misi untuk melahirkan pemimpin bertujuan mengubah dunia dengan mempromosikan visi One Family under God (Satu Keluarga yang berketuhanan YME). sumber : klik disini.  
Pada event akbar yang mengikutsertakan pemuda-pemudi terbaik Indonesia kali ini, saya turut serta menjadi salah satu volunteer selama acara berlangsung. Namanya juga volunteer, bagian apapun yang dikasih sama panitia inti, tentu saja saya jabanin. Mulai dari sebagai Tim Media hingga menjadi fasilitator untuk satu kelompok yang terdiri dari beberapa peserta. Itu sih hanya formalnya saja, tentunya masih ada bagian-bagian untuk pekerjaan lain yang membutuhkan tenaga sukarelawan seperti kami.

Tanda pengenal yang dipakai selamaU-Gen Summit 2014  berlangsung.
(dokumen pribadi)
Sebenarnya, acara ini sudah dimatangkan berbulan-bulan sebelumnya, namun sayangnya pada H-3 kegiatan digelar, panitia baru mendapat kabar dari pihak terkait mengenai fasilitas yang akan digunakan dibatalkan. Tentunya panitia kelabakan karena semua yang direncanakan jauh-jauh hari terancam berantakan. Mulai dari tempat tinggal peserta, tempat seminar, hingga alat transportasi yang ‘harus’ diganti. Hal ini dikarenakan bertepatan di tanggal yang sama, Kota Palembang menjadi tuan rumah event Internasional, ASEAN University Games (AUG).

Di waktu yang tak cukup banyak tersebut, akhirnya didapatlah tempat tinggal peserta di Asrama Haji Palembang, yang semulanya direncanakan di Wisma Atlit. Lokasinya hanya beberapa menit dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Lalu tempat seminar yang direncanakan di (apaaaa) pindah di Dunkin’ Donuts Palembang. Untunglah kami sangat dekat dengan Branch Managernya, jadi tak terlalu sulit untuk negoisasi dan reservasi tempat. Karena bus milik pemerintah yang biasa dipakai untuk membawa pengunjung berkeliling kota tak dapat dipinjamkan dengan alasan AUG tersebut, panitia (terpaksa) menyewa bus mahasiswa trayek Palembang – Indralaya (huufh banget. wkwkwkk). Parahnya, bus ini ‘jauh’ dari kata nyaman :’)

Yak, karena ceritanya lumayan panjang, akan saya bagi masing-masing hari di postingan tersendiri.
Simak cerita selengkapnya yaa!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Cafe de Rahma15 Blogger Template by Ipietoon Blogger Template