Saati ice breaking, peserta mulai memadati arena photobooth! Seneng banget ngeliat mereka antusias berpose-pose disana. (Saya bisa melihat karena naik untuk membagikan snack, setelah itu turun lagi ke meja registrasi. Available bingits dah dimana-mana!)
![]() |
| Panitia U-Gen Summit yang akan membentuk boyband. Hehehe Kiri ke kanan : Kak Abi, Yos, Kak Heru, Kak Uyunk, Kak Tian dan Danu. (dokumen pribadi) |
Sekitar pukul 12.30 WIB, acara di
DD selesai, dan meja registrasi disesaki dengan peserta umum yang mengambil
sertifikat. Bahagia banget bisa jadi volunteer gini :’) kerja apa aja rela dan
seneng.
Semua beres, lanjut ishoma hingga
pukul 13.30 WIB, kemudian dengan menggunakan bus selama 10 menit, kami berangkat
ke salah satu pusat perbelanjaan di Palembang, yaitu Palembang Square, tepatnya
ke Carefour. Apa yang dilakukan? Para peserta diminta untuk membelanjakan keperluan
yang akan digunakan untuk kepentingan Youth Walk di hari Minggu (14/12). Selama
15 menit, dua orang dari masing-masing kelompok dan didampingi oleh kakak
fasilitatornya, mencari barang yang diperlukan sesuai kebutuhan dan budget yang
diberikan panitia. Momennya bener-bener kayak di reality show ‘Uang Kaget’
wkkwkw. Belum lagi kakak fasilitatornya tidak diperkenankan memberitahu letak
barang yang dicari, karena kami disuruh merekam mereka. Syalalallala~ pengunjung
lain yang ngeliatin malah ada yang komentar, “Sok artis banget direkam-rekam”.
Hiiihh, padahal mereka ga tau tujuannya buat apa.
Acara di Palembang Square
mengakhiri perjalanan hari kedua. Kami kembali ke Asrama Haji yang perjalanannya
memakan waktu hampir 40 menit karena macetnya Kota Palembang. Sepanjang
perjalanan, peserta sudah ada yang tertidur karena capek, ada pula yang harus
menahan telinga mendengar ocehan ‘wong kito galo’ mengenai tempat-tempat yang
kami lewati. Saya menjadi salah satu orang yang ikut bercerita mengenai Kota Palembang,
karena saya berdiri di pintu belakang bus, yang mana kursi belakang merupakan
tempat pilihan terbanyak bagi beberapa orang. Hhihi. Deretan bangku belakang merupakan
tempat favorit saya saat di bus. Ini dikarenakan pintu yang lebih terbuka
memungkinkan lebih besar untuk terkena tiupan angin, dan berdiri merupakan
posisi yang paling saya sukai saat berada di transportasi umum yang
memperbolehkan berdiri tanpa peduli sejauh apapun jarak yang ditempuh
*jiiaaahhh~
Setiba di Asrama Haji kurang
lebih pukul 15.20 WIB, peserta diperkenankan beristirahat hingga pukul 17.00
WIB. Saat berkumpul kembali, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi menampilkan
apa saja di malam kesenian nanti. Acara bebas hingga pukul 19.00 WIB. Kami
sebagai fasilitator tentu masih ikut andil. Sembari makan malam, peserta masih
disibukkan dengan diskusi kecil masing-masing. Kelompok kami memutuskan untuk
menampilkan drama mengenai Gadget VS Permainan Tradisional.
Sekitar pukul 19.30 WIB, malam
kesenian pun dimulai. Masing-masing kelompok unjuk kebolehan selama 15 menit. Penampilan
para peserta dikomentari oleh ‘juri’. Yaaah, buat seru-seruan aja sih, hhehhe.
Selain drama, ada yang menampilkan dramatisasi puisi, musikalisasi puisi dan bernyanyi.
Setelah semua kelompok tampil, ternyata hanya kelompok kami yang fasilitatornya
ikut bermain di malam kesenian itu. HAHAHA =D (sebut saja acara mempermalukan
diri). Malam kesenian ini tentu saja meriah karena selain santai, penampilan
masing-masing kelompok mampu membius penonton. Ada yang tertawa terbahak-bahak,
merinding bahkan menangis dibuatnya. Di akhir acara, dipilih salah satu
kelompokterbaik pilihan juri yang nantinya tampil pada malam penutupan di
Charity Concert. Meski kelompok kami tidak terpilih, tapi kami tetap senang
kok.
Malam kedua ini, peserta
dijadwalkan tidur lebih cepat dari malam sebelumnya karena keesokan harinya
jadwal bangun lebih pagi karena youth walk akan dimulai pukul 7 pagi. Namun,
peserta tak semuanya langsung istirahat karena masing-masing menyiapkan
properti untuk kegiatan youth walk dengan peralatan dan perlengkapan yang sudah
dibeli siang harinya. Saya pun demikian, karena merasa bertanggungjawab terhadap
kesuksesan kelompok kami besok, saya tidak tidur (lagi). Saya membuat aksesoris
untuk dikenakan kelompok saya dengan memanfaatkan kertas karton, spidol warna
dan keahlian ‘mencoret-coret’. Untuk peserta laki-laki, saya buatkan hiasan
kepala berbentuk tanjak, dan yang perempuan niatnya mau buat bentuk pending
yang keduanya merupakan salah satu aksesoris dalam pakaian khas Sumatera
Selatan. Karena buatnya sambil ngobrol, jadi ga kerasa jam sudah menunjukkan
lewat tengah malam. Saya sudah mempersilahkan anggota kelompok saya tidur lebih
dahulu supaya keesokan harinya fit. Meski begitu, saya beruntung ditemani Hardi
hingga pukul 3 pagi sambil ngemil-ngemil cantik. Wkwkwk~






0 komentar:
Posting Komentar