Senin, 29 Desember 2014

U-Gen Summit 2014 (DAY 2)

HARI KEDUA ini, selain diisi dengan seminar, ada juga kegiatan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Hal ini dimaksudkan agar para peserta yang mau bisa ikut membantu dengan menyumbangkan darahnya melalui PMI. Pendonor tidak hanya peserta seminar saja kok, karena donor darah ini dibuka untuk umum. Kemudian, pengunjung (pendonor maupun peserta) bisa membeli atau sekadar melihat-lihat barang yang ada di bazaar buku dan kerajinan tangan yang juga disandingkan dengan kegiatan di hari kedua UGen Summit 2014. Agar peserta seminar tidak bosan, panitia menyiapkan bintang tamu spesial untuk mengurangi kejenuhan di tengah seminar, (saya lupa bintang tamunya, :') nanti saya cari dan lihat catatan dulu) hiks.
Saati ice breaking, peserta mulai memadati arena photobooth! Seneng banget ngeliat mereka antusias berpose-pose disana. (Saya bisa melihat karena naik untuk membagikan snack, setelah itu turun lagi ke meja registrasi. Available bingits dah dimana-mana!)

Panitia U-Gen Summit yang akan membentuk boyband. Hehehe
Kiri ke kanan : Kak Abi, Yos, Kak Heru, Kak Uyunk, Kak Tian dan Danu.
(dokumen pribadi)

Beberapa panitia dan volunteer yang menyempatkan diri berpose sebelum photobooth 'dihancurkan' :(
(aduh yg jilbab merah saya lupa namanya) 0_0
Mba Des, Kak Obin, Kak Uyunk, Kak Heru, KakTian, Danu, Mba Trida,
Kak Abi, Yos, Kak Agus, Mba Dian.
(dokumen pribadi)
Fotonya saya yang ambilin, jadi ga ada saya disana. Wkwkwk. Syedih ga bisa ikutan foto bareng karena ga ada lagi yang mau fotoin. Para peserta udah turun dan bersiap ke masjid.Tapi sebenernya kesedihan itu ga berarti apa-apa, karena yang lebih menyakitkan adalah balon-balon yang dibentuk dan dibuat susah payah semalam suntuk, dengan gampangnya dipecahkan pakai jarum pentul oleh salah satu panitia, karena ga memungkinkan dibawa ke asrama. Aaaarrrgghh!!! Yasyudahla, nak :') Balon sudah meletus...

Sekitar pukul 12.30 WIB, acara di DD selesai, dan meja registrasi disesaki dengan peserta umum yang mengambil sertifikat. Bahagia banget bisa jadi volunteer gini :’) kerja apa aja rela dan seneng.
Semua beres, lanjut ishoma hingga pukul 13.30 WIB, kemudian dengan menggunakan bus selama 10 menit, kami berangkat ke salah satu pusat perbelanjaan di Palembang, yaitu Palembang Square, tepatnya ke Carefour. Apa yang dilakukan? Para peserta diminta untuk membelanjakan keperluan yang akan digunakan untuk kepentingan Youth Walk di hari Minggu (14/12). Selama 15 menit, dua orang dari masing-masing kelompok dan didampingi oleh kakak fasilitatornya, mencari barang yang diperlukan sesuai kebutuhan dan budget yang diberikan panitia. Momennya bener-bener kayak di reality show ‘Uang Kaget’ wkkwkw. Belum lagi kakak fasilitatornya tidak diperkenankan memberitahu letak barang yang dicari, karena kami disuruh merekam mereka. Syalalallala~ pengunjung lain yang ngeliatin malah ada yang komentar, “Sok artis banget direkam-rekam”. Hiiihh, padahal mereka ga tau tujuannya buat apa.

Foto Kelompok 4. (kurang 1 orang)
Dari kiri : Reizki, Hardi, Laila, Kak Lani, Yasser, Rina, saya (Rara)
Foto diambil saat bersiap pulang dari Palembang Square,
 sembari menunggu kedatangan kelompok lain.


Acara di Palembang Square mengakhiri perjalanan hari kedua. Kami kembali ke Asrama Haji yang perjalanannya memakan waktu hampir 40 menit karena macetnya Kota Palembang. Sepanjang perjalanan, peserta sudah ada yang tertidur karena capek, ada pula yang harus menahan telinga mendengar ocehan ‘wong kito galo’ mengenai tempat-tempat yang kami lewati. Saya menjadi salah satu orang yang ikut bercerita mengenai Kota Palembang, karena saya berdiri di pintu belakang bus, yang mana kursi belakang merupakan tempat pilihan terbanyak bagi beberapa orang. Hhihi. Deretan bangku belakang merupakan tempat favorit saya saat di bus. Ini dikarenakan pintu yang lebih terbuka memungkinkan lebih besar untuk terkena tiupan angin, dan berdiri merupakan posisi yang paling saya sukai saat berada di transportasi umum yang memperbolehkan berdiri tanpa peduli sejauh apapun jarak yang ditempuh *jiiaaahhh~

Setiba di Asrama Haji kurang lebih pukul 15.20 WIB, peserta diperkenankan beristirahat hingga pukul 17.00 WIB. Saat berkumpul kembali, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi menampilkan apa saja di malam kesenian nanti. Acara bebas hingga pukul 19.00 WIB. Kami sebagai fasilitator tentu masih ikut andil. Sembari makan malam, peserta masih disibukkan dengan diskusi kecil masing-masing. Kelompok kami memutuskan untuk menampilkan drama mengenai Gadget VS Permainan Tradisional.

Sekitar pukul 19.30 WIB, malam kesenian pun dimulai. Masing-masing kelompok unjuk kebolehan selama 15 menit. Penampilan para peserta dikomentari oleh ‘juri’. Yaaah, buat seru-seruan aja sih, hhehhe. Selain drama, ada yang menampilkan dramatisasi puisi, musikalisasi puisi dan bernyanyi. Setelah semua kelompok tampil, ternyata hanya kelompok kami yang fasilitatornya ikut bermain di malam kesenian itu. HAHAHA =D (sebut saja acara mempermalukan diri). Malam kesenian ini tentu saja meriah karena selain santai, penampilan masing-masing kelompok mampu membius penonton. Ada yang tertawa terbahak-bahak, merinding bahkan menangis dibuatnya. Di akhir acara, dipilih salah satu kelompokterbaik pilihan juri yang nantinya tampil pada malam penutupan di Charity Concert. Meski kelompok kami tidak terpilih, tapi kami tetap senang kok.

Malam kedua ini, peserta dijadwalkan tidur lebih cepat dari malam sebelumnya karena keesokan harinya jadwal bangun lebih pagi karena youth walk akan dimulai pukul 7 pagi. Namun, peserta tak semuanya langsung istirahat karena masing-masing menyiapkan properti untuk kegiatan youth walk dengan peralatan dan perlengkapan yang sudah dibeli siang harinya. Saya pun demikian, karena merasa bertanggungjawab terhadap kesuksesan kelompok kami besok, saya tidak tidur (lagi). Saya membuat aksesoris untuk dikenakan kelompok saya dengan memanfaatkan kertas karton, spidol warna dan keahlian ‘mencoret-coret’. Untuk peserta laki-laki, saya buatkan hiasan kepala berbentuk tanjak, dan yang perempuan niatnya mau buat bentuk pending yang keduanya merupakan salah satu aksesoris dalam pakaian khas Sumatera Selatan. Karena buatnya sambil ngobrol, jadi ga kerasa jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Saya sudah mempersilahkan anggota kelompok saya tidur lebih dahulu supaya keesokan harinya fit. Meski begitu, saya beruntung ditemani Hardi hingga pukul 3 pagi sambil ngemil-ngemil cantik. Wkwkwk~

0 komentar:

Posting Komentar

 
Cafe de Rahma15 Blogger Template by Ipietoon Blogger Template